Skip to content

Baygon & Tali Tambang ATASI kesedihan

September 30, 2011

Jiwa yang sedih mampu membunuh diri lebih cepat daripada kuman

John Ernst Steinbeck (1902 – 1968)

Pemenang 3 kali Pulitzer award untuk karyanya: The Grapes of Wrath (1939), East of Eden (1952) dan

The novella Of Mice and Men (1937), juga peraih hadiah Nobel di bidang kesusastraan (1962)

Siapa yang nggak pernah sedih?

Pasti nggak ada, semua orang pasti pernah mengalaminya. Patah hati ditinggal pacar, di-PHK dari tempat kerja, orang tua meninggal, dikecewakan sahabat, juga putus harapan menghadapi hidup yang masih begini-begini aja.

Permasalahannya berapa banyak kesedihan menghancurkan hidup?

Banyak….

 

Yang parah bila musisi kacangan menulis lagu menyek-menyek dan turut ikut menyumbang usaha bunuh diri orang yang putus asa. Capeknya ngadepin orang yang melulu sedih, seolah hidup nggak ada artinya lagi.

Saya pernah dicurhati seorang teman yang kisah hidupnya sedih melulu, satu waktu saat teramat bosan mendengarnya, saya malah menyarankan kepadanya untuk membeli obat nyamuk cair dan tali tambang hehehe…. Ia marah, saya ketawa dan bilang kalo saya ini udah berpahala membantunya mengurangi beban dan kesedihanya.

Kalo hidup isinya sedih melulu, kenapa nggak bunuh diri aja? (jangan ditiru yaks ajaran sesat kek gini )

Sederhana bukan?

* * * * *

Semua impian dapat menjadi kenyataan

tapi dengan catatan

jika kita memiliki kemauan untuk meraihnya

 

Walter Elias Disney (1901 – 1966)

Produser film , sutradara , penulis skenario , dubber, animator , entertainer dan

pendiri perusahaan besar kelas dunia di bidang entertainmen, Walt Disney Corp

Bisa jadi nggak banyak yang tau ketika muda, Walter Elias Disney bekerja sebagai ilustrator di salah satu media cetak di Kansas City. Ia pernah dipecat dari perusahaan gara-gara kekurangan ide. Tapi ia tak pernah patah semangat, hingga menjadi orang besar yang namanya dicatatkan dalam sejarah orang-orang sukses.

Waktu usianya baru menginjak 25 tahun, Napoleon Bonaparte pernah dipecat dari kemiliteran dan dipermalukan. Ia patah semangat dan berniat bunuh diri dengan lompat dari atas jembatan. Sebelum niatnya terlaksana, seorang temannya menyemangatinya untuk bangkit lagi dari keputus-asaan. Napoleon mencoba lagi karirnya di kemiliteran dan jadi Jenderal termuda dalam sejarah Militer Perancis. Ia juga berhasil menaklukkan hampir seluruh daratan Eropa.

Maria Magdalena Keverich (1767 – 1787), ketika hamil anak kedua hampir menggugurkan kandungan mengingat ia mengidap penyakit sipilis dan takut akan kondisi bayi dalam perutnya akan mengalami kelainan.

Untungnya hal itu tidak jadi dilakukan, bila ia melakukan itu, niscaya kita takkan pernah mengenal lagu-lagu klasik gubahan Ludwig van Beethoven (1770 – 1827), itu memang cerita hidup komponis besar dunia sebelum ia lahir.

Dari tujuh anak yang dimiliki oleh Maria, 1 anak mengalami gangguan mental, 2 anak buta, dan 3 di antaranya menderita tuna rungu, 1 langsung meninggal dan hanya 1 yang lahir sehat wal afiat. Tapi dalam perjalanan keluarga mereka, anak-anak Maria yang hidup hanya 3 orang, yaitu Ludwig, adik langsungnya yaitu Caspar Anton Carl (lahir 8 April 1774) dan si bungsu Nikolaus Johann (2 Oktober 1776), yang lainnya meninggal dunia. Sementara Ludwig sendiri mengalami gangguan pendengaran dan menderita tuna rungu sejak lahirnya. Tapi siapa yang sangka ketika besar, gubahan lagu-lagu Ludwig van Beethoven begitu dikenal sepanjang jaman?

Berikut ini adalah data dari kehidupan seseorang dari tahun ke tahun:

  • 1831 – Usaha yang dirintisnya mengalami kebangkrutan total
  • 1832 – Maju jadi kepala daerah dalam pemilihan tingkat lokal namun gagal
  • 1833 – Mencoba usaha lagi namun bangkrut lagi
  • 1835 – Istri tercintanya meninggal dunia
  • 1836 – Mendapat tekanan mental sampai hampir masuk rumah sakit jiwa
  • 1837 – Kalah dalam satu kontes pidato
  • 1840 – Gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat
  • 1842 – Gagal untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat
  • 1848 – Gagal lagi di konggres Amerika Serikat.
  • 1855 – Gagal lagi di pemilihan senat Amerika Serikat.
  • 1856 – Kalah dalam pemilihan umum untuk jadi wakil presiden Amerika Serikat.
  • 1858 – Gagal lagi di pemilihan senat Amerika Serikat
  • 1860 – Akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat

Orang itu adalah Abraham Lincoln (1809 – 1865).

* * * * *

Ah, tulisan ini bakalan sia-sia belaka kalo kesedihan itu masih terus disayang-sayang di dalam hati, dipelihara baik-baik di dalam jiwa. Hidup itu berulang lewat sejarah-sejarah yang pernah ada, bodoh benar rasanya kita bila tidak bisa belajar dari sejarah yang pernah ada.

Bila ada yang seperti ini tolong jangan ketemu saya, yang ditakutkan malah saya justru akan memberi tali tambang atau obat nyamuk cair buat mengurangi kesedihan itu.

C’mon guys, keep smiling!

2 Komentar leave one →
  1. fieth permalink
    Mei 10, 2013 8:05 AM

    artikel yg luar biasa

  2. Januari 2, 2015 11:53 PM

    Wonderful Web page, Stick to the good job. Thanks a ton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: