Skip to content

Mahar Pernikahan

Februari 1, 2010

PERINGATAN SEBELUM MEMBACA: Tulisan liar ini bukanlah ceramah agama melainkan hanya guyonan belaka yang terselip sedikit makna dan yang terpenting NO SARA!

==================================================================

Mahar atau yang biasa disebut mas kawin adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya sebagai ‘tanda jadi’ atas kehalalan hubungan suami-istri. Mahar jadi hak penuh istri, hingga bentuk dan nilai mahar sangat ditentukan oleh keinginan perempuan yang akan menjadi istri. Mahar bisa berbentuk uang, benda atau jasa, tergantung permintaan.

Yang paling umum mahar dalam bentuk emas, ada juga yang berbentuk harta lain seperti unta, sapi, kerbau, bahkan berbentuk cincin besi pun dibolehkan. Ada juga mahar berupa kewajiban melakukan sesuatu, misalnya hafal surah Alqur’an dan membacakannya ketika prosesi Ijab Kabul berlangsung. Hal begini juga dilazimkan selama calon istri ridha menerimanya.

Lengkapnya tentang mahar, termaktub dalam Kitabun Nikah Hadist Shahih Al Bukhari No. 5149.

Dari Sahl bin Sa’id As-Sai’di, ia berkata: Sesungguhnya aku berada pada suatu kaum di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba berdirilah seorang wanita seraya berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah menghibahkan dirinya untukmu, perhatikanlah dia, bagaimana menurutmu?” Beliau diam dan tidak menjawab sesuatupun. Kemudian berdirilah wanita itu dan berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah menghibahkan dirinya untukmu, perhatikanlah dia, bagaimana menurutmu.” Beliaupun diam dan tidak menjawab sesuatupun. Kemudian ia pun berdiri untuk yang ketiga kalinya dan berkata: “Sesungguhnya ia telah menghibahkan dirinya untukmu, perhatikan dia, bagaimana menurutmu.” Kemudian berdirilah seorang laki-laki dan berkata: “Ya Rasulullah, nikahkanlah saya dengannya.” Beliaupun menjawab: “Apakah kamu memiliki sesuatu?” Ia berkata: “Tidak.” Kemudian beliaupun berkata: “Pergilah dan carilah (mahar) walaupun cincin dari besi.” Kemudian iapun mencarinya dan datang kembali kepada Rasulullah SAW sambil berkata: “Saya tidak mendapatkan sesuatupun walaupun cincin dari besi.” Maka Rasulullah bersabda: “Apakah ada bersamamu (hafalan) dari Al-Qur`an?” Ia berkata: “Ada, saya hafal surat ini dan itu.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Pergilah, telah aku nikahkan engkau dan dia dengan mahar berupa Al-Qur`an yang ada padamu.”

* * * * *

Mudahkan pernikahan, sederhanakan mahar, namun persulitlah perceraian, itu hal yang harusnya berlaku umum.

Yang sering terjadi pada umumnya malah sebaliknya, untuk menikah sulitnya malah minta ampun tapi buat bercerai malah sangat gampang alias mudah seperti yang belakangan seakan menjadi trend terjadi pada kalangan artis maupun selebritis.

Yang unik dan ini sudah lumrah jadi budaya pernikahan di Indonesia adalah mas kawin berupa seperangkat alat shalat. Mahar begini bisa jadi dimaksudkan oleh pihak calon suami kepada calon istrinya agar tetap dalam mengingat penciptanya yakni Tuhan. Lagi-lagi, mas kawin begini bisa jadi syah apabila calon istri ridha menerimanya. Namun bagaimana jika mahar tersebut hanya sekedar menjadi symbol belaka bukan malah menjadi kesan yang tersimpan penuh makna dan arti yang sangat berarti??

Yang terpenting, carilah mahar yang memang betul-betul menjadi penyelamat dalam rumah tangga, bukan sekedar harta yang melimpah belaka ataupun symbol-symbol sementara.. Mahar itu yang akan selalu dikenang suami-istri ketika mengarungi bahtera kehidupan bersama hingga tua nanti, hingga ajal menjemput yang memisahkan.

Jadi sekedar saran buat temen-temen perempuan yang akan menikah, mintalah mahar berupa seperangkat alat vital pada calon suami, untuk jaminan nanti rumah tangga tak ada perceraian di tengah jalan😀.

3 Komentar leave one →
  1. Maret 21, 2010 3:43 AM

    mesti hapal surat berapa banyak y?

    • Maret 26, 2010 9:36 AM

      Semampunya aja mas Thyar yang penting ikhlas…:-D

  2. gusteng permalink
    April 2, 2012 8:48 PM

    kalau wanitanya berbohong padahal dia sdh tdk perawan tetapi ngakunya didepan penghulu perawan, maka apa bila cerai apakah mahar tersebut masih menjadi hak istri atw suami ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: