Skip to content

Qurban Untuk Siapa…

November 28, 2009

Banyak orang di sekitarku berupaya untuk dapat membeli kambing atau bahkan sapi untuk di sembelih di hari raya qurban. Hewan disembelih, dibersihkan lalu diracik dan ditanding – tanding untuk di bagikan kepada yang dianggap berhak menerima. Sebahagian kecil menjadi hak orang yang membeli hewan untuk di qurbankan itu.

Lalu sebahagian besar orang larut dalam atmosfir kegembiraan sambil mengolah/memasak daging hewan tadi. Suka cita meliputi hampir semua orang dari kasta ekonomi terbawah sampai teratas.

Siapa yang sesungguhnya menjadi korban dan berqurban? Kambing?, Sapi?, Unta?. atau orang yang memiliki hewan – hewan itu?. Secara lahiriah sudah barang tentu yang berkorban adalah hewan – hewan yang di sembelih itu.

Hewan – hewan tersebut dipersiapkan, diikat dan dibawa ketempat dimana penjagal siap menghunuskan pisau/goloknya keleher-leher mereka. Lalu mereka hanya bisa berteriak atau menangis dan …mati.

Apa yang dikorbankan oleh sipemilik hewan?. Beberapa ratus ribu atau beberapa juta rupiah yang digunakan untuk membeli dan atau memelihara hewan – hewan itulah yang dikorbankan. Apakah ini sepadan dengan apa yang dipasrahkan untuk di korbankan oleh sang panutan. Beliau membaringkan diri, jiwa dan raga untuk disembelih.

Rasanya ada satu makna yang terputus atau sedang menghilang di generasi ini tentang makna berqurban di Hari Raya Iedul Adha. Mari kita berhitung sejenak. Berapa rupiah yang dikeluarkan untuk membeli hewan qurban, lalu berapa rupiah harta yang dimiliki dan berapa rupiah yang didapatnya selama satu tahun berjalan, akankah pernah sepadan perbandingan angka tersebut jika dibandingkan dengan apa yang harus dikorbankan Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim? kalau mau jujur tentulah kita sepakat jawabnya tidak akan pernah sepadan. Ada apa sesungguhnya? Aku ‘curiga’ Tuhan sedang mempermainkan manusia, kita semua. Aku dapat merasakan kehadiran Tuhan ditempat-tempat di mana aku hadiri/lihat pemotongan hewan qurban. Aku pikir Tuhan tidak sedang bermain dengan angka – angka. Ada sesuatu dibalik semuanya.

Kalau kuantity tak mungkinlah tersamai,’barangkali’ kwalitaslah yang akan mampu menyamai atau mendekati sama. Jadi……janganlah pernah berfikir bodoh bahwa membeli hewan qurban adalah kemewahan, semakin banyak atau semakin besar rupiahnya maka akan semakin mewah. berfikirlah cerdas bahwa yang Tuhan mau adalah kwalitas pengorbanan yang ada di hati dan fikiran manusia. Tapi itu hanya kesimpulanku dari hitung – hitungan sederhana tadi. Karna sejauh ini aku belum berhasil mengcopy atau mencontek buku rapor yang Tuhan tuliskan untuk masing – masing pengorban.

Nantilah aku selidiki lagi…….

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: