Skip to content

Kapabilitas Proses / Kemampuan Proses

Juli 2, 2009

Tujuan atau sasaran dari sistem pengendalian proses adalah membuat keputusan-keputusan yang ekonomis berkaitan dengan tindakan-tindakan yang diambil untuk mempengaruhi proses. Hal ini berarti menyeimbangkan konsekuensi-konsekuensi dari tindakan-tindakan yang diambil padahal seharusnya tindakan itu tidak perlu ataukah kegagalan dalam mengambil tindakan dimana seharusnya tindakan itu diambil. Bagaimanapun resiko ini harus dikelola dalam konteks Dua Sumber Variasi, yaitu: Variasi Penyebab Khusus atau Variasi Penyebab Umum. Kesalahan jenis utama dalam kontek pengendalian proses dengan menggunakan teknik-teknik statistika adalah menyatakan bahwa Process Out of Statistical Control (Unstable) padahal process is Really In Statistical Control (Stable). Misalnya mengambil tindakan untuk Variasi Penyebab Khusus sedangkan dalam kenyataannya proses itu tidak berubah yang berarti tidak dipengaruhi oleh Variasi Penyebab Khusus. Sedangkan kesalahan jenis kedua adalah menyatakan Process In Statistical Control (Stable) padahal process is Really Out of Statistical Control (Unstable). Misalnya tidak mengambil tindakan atas Variasi Penyebab Khusus padahal dalam kenyataannya proses itu berubah yang dipengaruhi oleh Variasi Penyebab Khusus.

Suatu proses dikatakan beroperasi dalam Pengendalian Statistikal apabila variasi-variasi yang timbul hanya bersumber dari Variasi Penyebab Umum. Fungsi utama dari sistem pengendalian proses statistical adalah memberikan Signal Statistical apabila terdapat Variasi Penyebab Khusus dalam proses itu, dan tentu saja untuk menghindarkan memberikan signal yang salah apabila Variasi Penyebab Khusus itu tidak ada dalam proses. Berdasarkan hal ini maka tindakan-tindakan yang tepat dapat diambil atas Variasi Penyebab Khusus itu, yaitu menghilangkannya apabila dianggap merugikan dan mempertahankannya apabila dianggap menguntungkan.
Dalam mendiskusikan tentang Kapabilitas Proses perlu dipertimbangkan dua konsep yang berbeda berikut ini:

  1. Kapabilitas Proses ditentukan oleh variasi yang bersumber dari Variasi Penyebab Umum. Secara umum Kapabilitas Proses mengambarkan kinerja terbaik dari proses itu sendiri. Dengan demikian Kapabilitas Proses berkaitan dengan variasi proses tanpa mempedulikan dimana spesifikasi itu berada berkaitan dengan range dari proses.
  2. Customer eksternal biasanya lebih memperhatikan produk secara keseluruhan dari proses dan bagaimana produk itu memenuhi kebutuhan dan ekspektasi mereka tanpa mempedulikan variasi dari proses.Tindakan pertama pada proses harus melokalisasikan proses pada nilai target yang merupakan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan. Setelah itu apabila range dari proses masih belum dapat diterima, misalnya masih terdapat sejumlah minimum bagian diluar spesifikasi yang diproduksi, maka pihak manajemen organisasi harus mengambil tindakan pada sistem dengan cara mengurangi variasi yang bersumber dari Variasi Penyebab Umum, yang biasanya diperlukan untuk meningkatkan Kapabilitas Proses beserta produknya untuk memenuhi spesifikasi (kebutuhan dan ekspektasi customer) secara konsisten. Dengan demikian pihak manajemen organisasi pertama kali harus membawa proses kedalam Pengendalian Statistikal dengan mendeteksi dan mengambil tindakan terhadap Variasi Penyebab Khusus. Setelah itu kinerja proses diperkirakan dan Kapabilitas Proses untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi customer dievaluasi. Langkah-langkah ini merupakan basis untuk peningkatan proses secara terus-menerus (Continuous Improvement).

Proses itu dikatakan stabil (Stable) apabila berada dalam Pengendalian Statistikal (Statistical Control). Variasi proses dikatakan stabil atau berada dalam Statistical Control apabila seluruh titik data (hasil pengukuran) berada dalam Control Limits. Kita perlu mengetahui proses itu stabil atau tidak karena dengan demikian kita dapat mempunyai harapan mengenai kualitas produk atau jasa. Dengan demikian kita mempunyai konsistensi dari waktu ke waktu. Selanjutnya proses dikatakan tidak stabil apabila tidak berada dalam Statistical Control seperti yang telah diuraikan diatas. Proses yang tidak stabil adalah proses dimana satu atau lebih titik datanya (hasil pengukuran) berada diluar Control Limits. Apabila kita mempunyai proses yang tidak stabil maka kita tidak mempunyai harapan akan konsistensi kualitas produk dan jasa. Kemudian proses dikatakan Kapabel apabila proses itu stabil dan produk atau jasa yang diberikannya memenuhi harapan customer. Apabila proses tidak stabil maka dianggap tidak Kapabel terlepas dari produk atau jasa yang diberikannya memenuhi kebutuhan customer.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: