Skip to content

Control Chart

Juni 28, 2009

Metode yang sering digunakan untuk mengetahui sumber variasi dari proses adalah Peta Kontrol (Control Chart) beserta Analisis Kapabilitas Proses (Process Capability Analysis). Control Chart pertama kali dikenalkan oleh Dr. Walter Andrew Shewart dari Bell Telephone Laboratories Amerika Serikat pada tahun 1924 dengan maksud untuk menghilangkan variasi tidak normal melalui pemisahan variasi yang disebabkan oleh Variasi Penyebab Khusus dan variasi yang disebabkan oleh Variasi Penyebab Umum. Pada dasarnya semua proses menampilkan variasi namun manajemen harus mampu mengendalikan proses dengan cara menghilangkan Variasi Penyebab Khusus dari proses itu, sehingga variasi yang melekat pada proses hanya disebabkan oleh Variasi Penyebab Umum.


Pada dasarnya Control Chart digunakan untuk:


  • Untuk mengidentifikasi variasi. Control Chart digunakan untuk mengadakan diagnosis terhadap persoalan proses/analisis proses. Dengan melihat Control Chart kita dapat mengidentifikasikan sumber variasi apakah Common Causes atau Special Causes Variation. Titik-titik yang terletak diluar Control Limits disebabkan oleh Special Cause Variation. Pada umumnya titik-titik yang terletak di dalam Control Limits menunjukkan proses stabil begitu juga sebaliknya. Jadi Control Chart dapat digunakan untuk membedakan antara variabel-variabel yang secara konsisten mempengaruhi Karakteristik Proses (Common Cause Variation) dengan variabel-variabel yang menimbulkan efek tak terduga terhadap Karakteristik Proses (Special Cause Variation).
  • Untuk menentukan Kontrol dan Kapabilitas Kontrol Statistik/Statistical Control Capability (Stable). Suatu proses yang hanya mempunyai Common Causes Variation yang mempengaruhi hasil disebut proses yang stabil atau dapat dikatakan berada dalam Statistical Control Capability (Memenuhi Kebutuhan Customer). Proses dikatakan kapabel apabila bersifat stabil dan outputnya memenuhi kebutuhan customer. Dapat terjadi bahwa proses bersifat stabil tetapi tidak kapabel dalam memenuhi kebutuhan customer.
  • Untuk mengetahui kapan perubahan perlu dilakukan. Sekali diketahui Special Cause Variation, maka dapat dihilangkan tanpa mengubah seluruh proses atau sistem. Terlebih dulu dapat dihilangkan Special Cause Variation untuk membuat proses menjadi stabil. Setelah itu dapat diperkirakan Kapabilitas Proses untuk memenuhi kebutuhan customer. Tanpa Control Chart sering dilakukan kesalahan dengan mengubah proses stabil yang sebetulnya tidak perlu. Sesuai dengan Deming apabila perubahan dilakukan terhadap proses yang stabil variasi akan meningkat dan performance proses menjadi semakin buruk. Apabila mengubah proses stabil hanya berdasarkan satu titik data, kemungkinan besar variasinya akan meningkat.
  • Untuk mengetahui tanggung jawab yang diperlukan untuk perbaikan. Biasanya orang-orang yang terlibat di dalam proses bertanggung jawab untuk menghilangkan Special Causes. Common Causes adalah persoalan sistem atau proses sehingga ini merupakan tanggung jawab orang-orang yang bekerja terhadap sistem untuk melakukan perubahan sistem. Ada dua macam control chart yaitu untuk data Variable dan untuk data Attribute.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: