Skip to content

Cold Welding (Pengelasan Dingin)

Mei 30, 2009

Cold Welding atau dikenal dengan sebutan pengelasan dingin adalah salah satu proses pengelasan dalam kondisi padat (Solid-State Welding) yang menggunakan tekanan pada suhu ruangan untuk menghasilkan penyatuan logam yang kokoh pada saat pengelasan.

Adapun ciri – ciri dari pengelasan dingin ini adalah pengelasan ini dilakukan tanpa menggunakan panas dan flux. Untuk mendapatkan hasil pengelasan dingin yang memuaskan, minimal salah satu dari logam yang akan digabung harus sangat ulet dan tidak mengalami proses pengerasan.

Jenis – jenis Pengelasan Dingin

Ada beberapa jenis pengelasan dingin, yaitu :

1. Lap Welding, bekerja pada 50 – 90% perluasan permukaan ketika penekuk menekan logam untuk penggabungan (lihat gambar). Penahan penekuk membatasi distorsi dan mengadakan pengelasan.

2. Butt Welding, pada kawat dilakukan penggabungan dengan merusak ujung kawat untuk menyebabkan terjadinya perluasan permukaan (lihat gambar). Pengelasan selanjutnya terjadi ketika putaran dilakukan.

3. Roll bonding or roll welding(ROW) (dapat dilihat pada gambar) sangat efektif karena pengurangan besar (50 – 80% dalam sekali jalan) hasil dalam perluasan yang baik dan memutuskan selaput permukaan. Pengikatan dapat dicegah di tempat dengan menempatkan alat pemisah (stop-off) seperti grafit atau sebuah keramik dalam pola pemutusan.

Pemompaan dilakukan dengan udara atau fluida bertekanan pada bagian – bagian luluh. Contohnya pelat pendingin evaporator.

4. Explosion Welding(EXW), pada EXW penggabungan dilakukan dengan perubahan kuat pada penghubung. Tatakan bahan peledak diletakkan diatas plat lapisan (plat terbang), ditahan pada jarak kritis tertentu dari permukaan dasar material (lihat gambar).

Ketika bahan peledak diledakkan dari salah satu ujung, tekanan menghasilkan percepatan plat terbang pada suatu sudut terhadap permukaan. Dibawah tekanan yang kuat, pancaran cairan terbentuk dengan mengeluarkan kotoran permukaan, aliran turbulen dihasilkan dalam putaran rapat atau pusaran pada penghubung (lihat gambar).

Dalam banyak kejadian tidak terjadi peleburan, namun gabungan dari adhesi dan pengikatan mekanik merupakan ikatan yang kuat. Cara ini digunakan pada plat pelapis besar pada industri kimia dan juga untuk awal pengembangan pipa menjadi plat header pada boiler dan pemadat pipa.

5. Ultrasonic Welding(USW), hubungan gerakan penghubung secara paksa dalam Ultrasonic Welding dengan gerakan tangensial (lihat gambar). Dimana tidak terjadi perubahan atau deformasi yang berat dan prosesnya sesuai untuk lap welding timah dan peralatan rapuh dan komponen – komponen elektronik. Ketika ujung pengelasan diganti dengan penggulung, maka pengelasan seam weld dapat dihasilkan.

Material pada Pengelasan Dingin

Material yang dapat digunakan dengan sistem Pengelasan Dingin ini sebagai berikut :

(i)     Aluminium murni.

(ii)    Aluminium alloys.

(iii)   Cd, Pb, Cu, Ni, Zn dan Ag.

(iv)   Cu dan its alloys.

(v)     AI ke Cu.

(vi)    Ni ke Fe, dan lainnya.

Sumber           :

  • Introduction to Manufacturing Processes, John A Schey, 3rd Edition, McGraw-Hill, 2000.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: