Skip to content

Stainless Steel, Tool Steel, Cold Work, Hot Work & Plastic Mould

Mei 15, 2009

I. Mengapa Stainless Steel bisa tahan karat?

Stainless steel adalah baja paduan yang memilki sifat tahan korosi (karat), sehingga secara luas digunakan dalam industri kimia, pupuk, makanan & minuman, industri yang berhubungan dengan air laut dan semua industri yang memerlukan ketahan korosi dan yang memerlukan hygienic.

Stainless steel didapat dengan menambahkan unsur Chromium (Cr) pada baja , minimum sejumlah 12%. Unsur Cr ini akan bereaksi dengan oksigen yang ada di udara (atmosfir) dan membentuk lapisan Cr-oksida yang sangat tipis dipermukaan logam. Lapisan tipis ini kedap dan kuat sehingga berfungsi sebagai tembok yang melindungi permukaan logam dibawahnya, lapisan tersebut akan mencegah proses korosi (karat) berkelanjutan. Lapisan Cr-oksida ini dapat dikatakan bersifat permanen, karena jika lapisan tersebut rusak misalkan akibat goresan, maka segera akan segera terbentuk lapisan Cr-oksida yang baru.

Klasifikasi Stainless Steel
Ada 4 kelompok stainless steel yaitu : Austenitic, Ferritic, Martensitic dan Austenitic-ferritic (Duplex).

Austenitic: kelompok ini adalah yang paling banyak ditemukan dalam aplikasi disekitar kita, contohnya : peralatan rumah tangga, tangki, vessel (bajana tekan), pipa, struktur baik yang bersifat konstruksi maupun arsitektural Memiliki kandungan Ni tidak kurang dari 7% yang mengakibatkan terbentuknya struktur austenit dan memberikan sifat ulet (ductile). Stainless Steel 304, 304L, 316, 316L termasuk ke dalam type ini. Stainless Steel austenitic bersifat non magnetic.

Ferritic: kolempok ini memiliki sifat yang mendekati baja umum (mild steel) tetapi memiliki ketahanan korosi yang lebih baik. Didalam kelompok ini yang paling umum dipakai adalah type 12% Chromium yang banyak dipakai dalam aplikasi struktural dan type 17% Chromium yang banyak dipakai pada aplikasi peralatan rumah tangga, boiler, mesin cuci dan benda-benda arsitektural.

Martensitic: type ini umumnya mengandung 11 – 13% Chromium. Type ini memiliki kekuatan dan kekerasan yang tinggi , dengan ketahanan korosi yang moderate. Aplikasinya terbanyak adalah untuk turbine blade dan untuk pisau.

Duplex: type ini memiliki struktur yang terdiri dari gabungan austenit dan ferrite (contoh type 2205, 2507). Type duplex memberikan keseimbangan antara kekuatan, ductility dan ketahanan korosi. Aplikasinya adalah untuk industri petrokimia, pulp dan perkapalan.

II. Tool Steel

Tool Steel adalah baja dengan kandungan Carbon antara 0.3 – 1.6% dan mengandung unsur-unsur paduan lainnya (Cr, V, W, Mo, dll). Unsur-unsur paduan tersebut membuat baja tersebut mempunyai sifat mekanik (kekerasan, ketahanan abrasi, kemampuan potong, kekerasan pada temperatur tinggi) yang sangat baik sehingga baja tersebut dapat digunakan sebagai tool (perkakas), misalkan sebagai mould, dies atau pisau. Umumnya tool Steel digunakan setelah di “heat treatment” (perlakuan panas), hal ini untuk mendapatkan sifat mekanik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Tool steel diproduksi dalam berbagai type atau grade. Pemilihannya tergantung pada jenis pembebanannya (impact, abrasi) atau pada pekerjaannya : stamping, cutting, extrusi, forging, dll.

III. Cold Work

Cold work adalah proses pembentukan logam yang dilakukan pada temperatur ruang. Proses ini antara lain : blanking dan forming, punching, shearing, cold forging, cold extrusion, cold rolling dan powder pressing. Pemilihan baja yang terbaik untuk forming tools  harus mempertimbangkan proses, jenis logam yang dibentuk dan jumlah benda kerja yang akan dibuat. Baja untuk cold work harus memiliki sifat mekanis berikut ini :

– Ketahanan aus
– Ketahanan terhadap deformasi plastis
– Ketahanan terhadap chipping dan retak
– Machinability dan grindability (dapat dimesin dan digerinda)
– Hardenability (dapat dikeraskan)

IV. Hot Work

Hot work adalah proses pembentukan logam pada temperatur tinggi, untuk membentuk barang-barang yang terbuat dari aluminium, baja atau logam lainnya. Aplikasi yang paling umum di hot work adalah die casting, extrusion, dan forging. Baja untuk aplikasi hot work harus memiliki:

– Kekuatan yang baik pada suhu tinggi
– Ketahanan terhadap retak dan penjalaran retak

V. Plastic Mould

Plastic mould adalah baja yang digunakan untuk membuat cetakan plastik (plastic mould). Untuk kebutuhan ini material harus memiliki :

– Mutu surface finish yang tinggi setelah polishing
– Ketahanan karat
– Ketahanan aus
– Konduktivitas thermal yang tinggi
– Machinability yang baik
– Mutu surface finish yang baik setelah EDM atau photo etching.

read more…

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: