Skip to content

TransTV:Sebuah Manifestasi Cinta dan Rindu dari D’Masiv

Januari 16, 2009

cuteSenin, 15 Januari 2008 bertempat di Plenary Hall JHCC Jakarta, Trans TV dan Trans7 telah merayakan ultahnya yang ke tujuh. Momen ultah di tahun ini Trans TV dan Trans7 mengemas pergelaran musik yang diberi nama TRANS7UARA yang di transformasikan sebagai sebuah refleksi program-program siaran kedua stasiun televisi ini sebagai juara dan menempati top ten dalam program acara televisi..

Tetapi yang menarik bagi saya adalah penampilan grup band D’masiv yang pada malam itu membawakan hitsnya yang berjudul “merindukanmu”. Dalam keadaan yang seperti malam itu saya rasakan, lagu itu menjadi terasa begitu khusus tercitra sebagaimana hubungan antara makhluk(manusia) terhadap Tuhanya, yang pada akhirnya bisa menjadi sangat universal bagi persepsi masing – masing individu terhadap pesan yang tersampaikan. Lagu itu adalah sebuah manifestasi dari sebuah interpretasi kecintaan dan kerinduan makhluk akan Tuhanya, bait – bait syair dari sebuah lagu itu hanyalah wasilah kecintaan dan kerinduan seorang makhluk kepada Ilahi, sebagaimana D’masiv menginterpretasikanya lewat sebuah rangkaian – rangkaian bait dan menjadi lirik dalam alunan nyanyian perwakilan jiwa yang merindu. Kerinduan itu teramat nyata terasa dalam kepasrahan dan keberserahdirian dalam indahnya cinta yang ingin disampaikan akan Khaliknya.

Bagaimana tidak, ketika kebingungan menguasai dasar relung jiwa yang terdalam, dan ketika kegelisahan sesak memenuhi syaraf –syaraf indra yang sangat kita banggakan, dan ketika itu juga ketakutan mengalir deras dalam darah dan nadi bak riam dalam jeram yang memacu jantung melampaui batas ketentuan, dan pada saat – saat tersulitpun masih harus di hadapkan dengan sesuatu yang sangat sulit untuk menentukanya. Saat dua pilihan yang harus dipilih salah satunya, tampa kompromi dan harus memilihnya apapun konsekwensinya. Di saat kebijak sanaan, kearifan dan fikiran jernih hilang di ujung titik nadir kegelisahan. hanya kepada Tuhanlah semua itu harusnya terkembalikan.

Keadaan semakin terlembutkan dengan penampilan Iwan Fals yang telah membawakan lagu Bimbo yang berjudul “Tuhan“. Dengan suara dan pembawaan yang khas, iwan fals mampu membuat semua pemirsa sejenak larut dalam bait – bait lyrik yang telah di ciptakan oleh Sam Bimbo, sayapun sempat merinding mendengarnya karena mencoba untuk memaknainya dihati. Ketika sepengal bait lyrik teralun “Aku dekat Engkau dekat, Aku jauh Engkau jauh, hati adalah cermin tempat pahala dan dosa bersatu.”…..

“Ooh Tuhan, apakah selama ini aku sudah sedemikian jauh, hingga kurasakan juga Engkau begitu jauh dengan diriku, dengarkan aku ku merindukanMu

D’ Masiv

Merindukan’Mu

saat aku tertawa di atas semua
saat aku menangisi kesedihanku

aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang

selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan slalu memujamu
meski ku tak tau lagi
engkau ada di mana
dengarkan aku ku merindukanMu

saat aku mencoba merubah sgalanya
saat aku meratapi kekalahan

aku aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang


2 Komentar leave one →
  1. bootingskoBlog permalink
    Desember 19, 2008 12:02 AM

    Acara yg kmrin itu y mas? Wah.. sy gak nton, slnya pas itu g sbk ngeblog. Kl ada siaran ulangnya nnton deh.

  2. Januari 14, 2009 9:21 AM

    Bener bgt mas. Hiks, mewakili jiwaku bgt!!!😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: