Skip to content

MUTILASI:Roti dan Industri Kekerasan

Desember 31, 2008

Cermin DiriTahun 2008, ada apa saja ya di tahun 2008…???

Pastinya banyak yang indah – indah, banyak yang enak – enak, banyak yang seru – seru, banyak yang rame – rame, sedih – sedih dan tragis – tragis. Diantara banyaknya kejadian – kejadian yang terjadi, peristiwa tragis di tahun 2008 pastinya yang paling sulit untuk dilupakan, khususnya untuk para anggota keluarga korban dari kasus pembunuhan dengan modus mutilasi (memotong – motong anggota tubuh korban untuk menghilangkan jejak atau identitas korban agar sulit di lacak dan di investigasi siapa korban dan siapa pelakunya). Tetapi benar seperti pepatah yang mengatakan, sebaik – baiknya dan serapat – rapatnya bangkai ditutup – tutupi pastinya akan tercium juga, karena sepintar – pintarnya dan secanggih – canggihnya modus yang dilakukan oleh para pelaku kriminalitas, pastinya aparat hukum lebih pintar menanggani dan memecahkan kasus yang mereka tangani. Dalam ilmu forensik pun ada istilah “mayatpun berbicara”, karena betapapun sulitnya di lacak dan sekalipun berantakan dan hancurnya kondisi mayat pasti ada bagian – bagian yang masih bisa diperiksa untuk dapat diketahui struktur DNAnya (deoxyribonucleic acid), hal itu di mungkinkan karena DNA merupakan  sebuah cetak biru kehidupan bagi semua makhluk yang memiliki kode rahasia intruksi khusus.

Banyak jalan menuju Mekkah bukan….???

Dengan tertangkapnya Verry Idam Heriyansyah alias Ryan (30).”si Jagal dari jombang” 16 Juli 2008, yang telah membunuh dan memutilasi 11 korbannya dan tanggal 25 Oktober 2008 di temanggung, tersangka mutilasi Mayasari Bhakti, Sriyati alias Yati yang memotong 13 bagian tubuh suaminya sendiri, Hendra, dengan bagian kepala, kaki, dan tangan belum ditemukan. Pastinya menimbulkan banyak pertanyaan – pertanyaan yang muncul kepermukaan diantara khalayak, termasuk saya; mengapa, karena apa dan apa yang melandasi perilaku keji dan sadis seperti itu. Apalagi salah satu kejadian itu telah terjadi di wilayah sekitar saya, yakni di Bekasi dan pelakunya bertempat tinggal kira – kira 300 meter dari rumah saya.

Berbagai berita kejahatan yang di sajikan media, terutama televisi, dinilai mampu menginspirasi khalayak melakukan aksi – aksi dan prilaku tindakan kriminalitas. Sejak Januari 2008 s/d November 2008 sudah terjadi 13 peristiwa pembunuhan dengan modus mutilasi yang telah terjadi di indonesia. Bagaimanapun juga, ini adalah angka tertinggi untuk periode tahunan, sejak kasus mutilasi yang pertama kali muncul di publikasikan, sekitar tahun 1967.

Apakah tingginya kasus mutilasi merupakan akibat dari gencarnya televisi menayangkan kasus – kasus dengan ditampilkanya juga rekontruksi dari mekanisme kejadian.yang ‘mungkin’ sedikit banyaknya telah berkontribusi besar dalam menginspirasikan anggota masyarakat lainya untuk meniru prilaku sadis demikian…?. Apakah kejahatan juga telah menjadi bagian dari industri tontonan yang di hadirkan televisi tanpa menghiraukan efek negative yang akan muncul nantinya…?. Apakah ada korelasi antara korupsi, kemiskinan dan lemahnya supremasi hukum di indonesia, sehingga menimbulkan keberanian untuk berprilaku sadis dengan membunuh dan memutilasi korbanya…?. Bukankah hukum pidana tidak melarang perilaku memutilasi, tetapi menghukum pelaku pembunuh dengan modus mutilasi…?. Lantas dimana peran LSI dalam mengontrol tayangan – tayangan yang tidak sehat dan tidak layak untuk dikonsumsi publik…?.

Baik langsung atau pun tidak langsung, tentunya ini merupakan bagian dari problematika bangsa dan kita bersama. So…di tengah hingar bingar dan suasana sesak dengan suhu yang makin panas di kota Djakarta, baiknya mampir sejenak ke Mall Taman Anggrek, di Letjen. S. Parman Kav. 21 Jakarta, untuk sekedar membeli roti dan secangkir kopi panas, sepertinya lebih baik, untuk menghilangkan penat dan kengerian – kengerian yang banyak rupanya. Sekedar inform, roti – roti yang di tawarkan agak berbeda dari bentuk sewajarnya, tetapi mempunyai rasa dengan aneka pilihan yang beraneka seperti cokelat, keju, nanas, durian dan susu.
Berikut bentuk roti yang di tawarkan :


clip-1

clip-2

clip-3

clip-4

clip-5

clip-6

clip-7

clip-8

clip-9

Ngak usah ngeri..ini cuma roti kok, bukan korban – korban mutilasi yang telah banyak di beritakan media, pengen nyoba rasa rotinya…?

Hunting aja langsung…

28 Komentar leave one →
  1. Januari 9, 2009 4:42 PM

    halahhh……aku ngeri juga liat tuh roti, pa bisa ya dimakan ….salam bloger neh …

  2. Januari 12, 2009 5:07 AM

    yang jelas kalau mas bisa makannya, berarti mas berpotensi mempunyai jiwa kanibalisme…hehehehe…kidding yo mas P

  3. Agustus 6, 2009 12:00 PM

    Permohonan maaf yang sebesar2nya karena kegoblokan saya…..
    tak ada maksud untuk membuat/menyebarkan berita bohong…..
    jelas sekali itu semua karena kebodohan, kegoblokan, kekhilafan saya…..
    Beribu maaf kalo tulisan d blog saya mengganggu anda…..
    Alhamdulillah anda mau menginggatkan saya atas hal tersebut….sehingga saya dapat lebih berhati2 untuk membuat tulisan.
    beribu Terimakasih karena anda mau memberikan kebenaran kepada saya….
    salam kenal…….
    dari orang yang goblok…..

    • Agustus 6, 2009 3:08 PM

      Maaf, maksud Anda apa…?
      saya tidak paham…

  4. Agustus 12, 2009 11:11 PM

    mengenai komentar anda d blog saya……

    tapi sejujurnya aku sangat berterimakasih karena dengan komentar yang anda berikan, membuat saya lebih bijaksana dalam meberitakan suatu masalah….

  5. aya permalink
    Desember 4, 2009 5:06 PM

    emang ada yg mau beli gitu??

    • Desember 4, 2009 5:38 PM

      Kalau ada yg jual pasti ada yg beli donk..

  6. doni permalink
    Desember 17, 2009 3:03 PM

    wah keren abis… gw mau banget… ada yg asli ga..?? he… he…

  7. hanif darussalam permalink
    Januari 9, 2010 5:06 PM

    wahhhh………………..jadi pingin memutilasi roti-roti buatanmu aku mas….kayaknya enak juga tuh,,,,emmmm………sedapnye……………..

    • Januari 13, 2010 8:13 AM

      Waduh…saya aja ngeri ngeliatnya, ga kebayang malah kalau sampai bisa makanya…..

  8. Januari 9, 2010 6:22 PM

    Sbelumnya saya mnta maaf ats comen saya ini. menurut saya klo di lihat dari jenis/ bentuknya sama sekali gak terlihat seperti makanan, yang ada seperti sesuatu yang bisa menurut sebagian orang menjijikan/ mengerikan, semoga anda bisa membuat kreasi yang lain yang lebih menarik gtu.

    • Januari 13, 2010 8:15 AM

      Saya hanya pernah melihatnya mba, bukan memproduksi kreasi semacam itu…

  9. Januari 12, 2010 3:49 PM

    hiiiii,kok kaya beneran sich,ngeri dehhhh

    • Januari 12, 2010 3:51 PM

      maaf atas coment saya bentuknya kok kaya manusia beneran?

    • Januari 13, 2010 8:19 AM

      Sepintas dari foto2 itu kelihatanya memang seperti beneran, saya juga ngeri plus merinding ngeliatnya ngebayangin kalau itu manusia beneran yg dimutilasi…

  10. soraya permalink
    Januari 14, 2010 9:09 PM

    mau muntah ngeliatnya,,

  11. Januari 15, 2010 1:09 PM

    wah kukira beneran dasar,,bisa bisa za

    • Januari 15, 2010 4:48 PM

      Waduh…kalau beneran gimana ya mas….

  12. arimurti permalink
    Januari 23, 2010 11:08 PM

    cool tuh roti……… bisa makan gak ya……..

    keren…keren……

  13. fahrul permalink
    Januari 29, 2010 11:01 PM

    gila ngeliatnya udah mau muntah apalagi makannya bener-bener tukang roti suka ada ada aja kalau menarik pelanggan

  14. Lira Fitrianti permalink
    Februari 17, 2010 8:48 AM

    ini berapaan yaa??
    kerennn bangett dehh,,
    jadi pengen nyobaa, tapi ngeri juga yaa..
    heheheee

    • Februari 18, 2010 5:20 PM

      Relatif terjangkau ko mba lira…
      tapi masih ada apa ngak yang jual diMTA saya juga ga tau
      soalnya inikan postingan desember 2008 lalu..

  15. Ferry Yugiwa permalink
    November 13, 2012 8:35 PM

    gila ngeri amat tu ngeliatnya
    tpi rsanya pengen nyoba dech kira kira kepalanya bsa gw beli gak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: