Skip to content

Selayang Pandang

Desember 1, 2008

Setelah sekian lama hanya menjadi penikmat berita, cerita dan wacana para teman sejawat bloger’s, akhirnya saya memberanikan diri juga untuk ikutan bersosialisasi dan berpartisipasi meramaikan space di ranah blogs’ ini…..

Terima kasih untuk semuanya yang sudah mau memberikan support dan dedikasinya, serta tanpa pamrih banyak berkontribusi men-share segala hal yang mencerahkan orang kebanyakan (termasuk saya, red).

Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan industri manufacture pembuat pipe ornament stainless stell, dan berstatus sebagai karyawan ‘PJKA’ (bukan jawatan perkereta apian lhooo…, tapi, maksudnya Pulang Jum’at Kembali Ahad).

Kenapa PJKA…?

Ya, karena pada hari kerja saya menetap tidak jauh dari tempat saya bekerja dan hari libur saya pulang ke bekasi untuk berkumpul kembali bersama keluarga. Sebelumnya sempat juga saya bekerja di perusahaan entertainment di bilangan Jakarta kota selama triwarsa. Berada di posisi sulit yang penuh dengan dilematis dan berhadapan dengan kondisi yang sangat – sangat membuat “gerah” suasana dan “geleng kepala”, akhirnya saya hengkang juga dari hingar bingar dan gemerlapnya malam di kota Jakarta, dan hijrah ke kota peraih adipura yakni Semarang, hingga tahun ke dua.

Berangkat dari hobi dan juga ingin berbagi dengan maksud barangkali dapat menjadi sumbang saran, sumbang cerita, berita, opini dan tanpa bermaksud ikut – ikutan menjadi ‘tukang kecap’, sekalipun demokrasi sangat di junjung tinggi di negeri ini, sekalipun bentuk gigi sama, sekalipun bentuk mulut juga sama, tetapi hak untuk berbicara dan hak untuk berpendapat tentunya berbeda. Tetapi, walaupun demikian saya lebih memilih suatu alternative untuk menjadi orisinilitas diri.

Dalam sebuah artikel yang di tulis oleh Bertrand Russell dalam bukunya Mind Power: How to Develop It…Use It…Expand It. Katanya, “Cara yang baik untuk membersihkan diri anda dari berbagai dogma adalah memahami pendapat – pendapat yang di pertahankan dilingkungan yang berbeda dengan lingkungan anda.” dengan memahami pendapat orang – orang yang berbeda, kita akan menemukan kekuatan dan kelemahan pendapat – pendapat orang – orang tersebut. Apabila orang yang berbeda pendapat dengan kita itu marah. Ini menunjukan bahwa sesungguhnya dia ragu dengan pendapatnya sendiri, sebab jika dia tidak ragu, dia akan tersenyum dan memaklumi keberbedaan pendapat orang lain dengannya, kemarahannya hanya menunjukan kelemahan pendapatnya sendiri. Kita tidak bisa mengkritik pendapat orang lain apabila kita tidak bisa memasuki alam pikiranya.(intermezo;).

Akhirnya, semoga kepartisipasian ini dapat menjadi rangkain-rangkaian yang bermanfaat untuk sesama, terlepas dari semua kekuranganya, saya mengucapkan…

Selamat Datang,

have

@Busyairi

Achmad Busyairi Kamal

Komentar ditutup.