PERINGATAN SEBELUM MEMBACA: Tulisan liar ini bukanlah ceramah agama melainkan hanya guyonan belaka yang terselip sedikit makna dan yang terpenting NO SARA!
==================================================================
Mahar atau yang biasa disebut mas kawin adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya sebagai ‘tanda jadi’ atas kehalalan hubungan suami-istri. Mahar jadi hak penuh istri, hingga bentuk dan nilai mahar sangat ditentukan oleh keinginan perempuan yang akan menjadi istri. Mahar bisa berbentuk uang, benda atau jasa, tergantung permintaan.
Yang paling umum mahar dalam bentuk emas, ada juga yang berbentuk harta lain seperti unta, sapi, kerbau, bahkan berbentuk cincin besi pun dibolehkan. Ada juga mahar berupa kewajiban melakukan sesuatu, misalnya hafal surah Alqur’an dan membacakannya ketika prosesi Ijab Kabul berlangsung. Hal begini juga dilazimkan selama calon istri ridha menerimanya.
Lengkapnya tentang mahar, termaktub dalam Kitabun Nikah Hadist Shahih Al Bukhari No. 5149.
Susah # Miskin
Kalimat yang berbeda, tapi hampir mirip secara makna.
- Susah = rasa tidak senang, merasa tidak aman, selalu gelisah dan khawatir, sukar, tidak mudah, kekurangan (KBBI online)
- Miskin = tidak berharta, serba kekurangan, berpenghasilan sangat rendah (KBBI online)
Sering banget kita nemuin hal-hal yang bikin kehidupan jadi tambah rumit. Entah itu di jalan, di rumah, di kantor, atau malah di pikiran sendiri, yaitu bertemu dengan orang ’susah’. Artikan dengan bertemu dengan orang-orang yang membuat rumit keadaan dan kehidupan — atau malah kita sendirilah yang merumitkannya, bisa dengan membuat sulit orang lain apalagi di pikiran sendiri.
Hukum birokrasi, “bilamana bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?”.
Kondisi itu harus dibalik, “bila mana bisa dipermudah, buat apa dipersulit?”
Dalam kenyataan, hal-hal yang berkenaan dengan hukum birokrasi yang paling sering ditemui, bukannya dalam konotasi yang terbalik.
* * * * *
Banyak orang di sekitarku berupaya untuk dapat membeli kambing atau bahkan sapi untuk di sembelih di hari raya qurban. Hewan disembelih, dibersihkan lalu diracik dan ditanding – tanding untuk di bagikan kepada yang dianggap berhak menerima. Sebahagian kecil menjadi hak orang yang membeli hewan untuk di qurbankan itu.
Lalu sebahagian besar orang larut dalam atmosfir kegembiraan sambil mengolah/memasak daging hewan tadi. Suka cita meliputi hampir semua orang dari kasta ekonomi terbawah sampai teratas.
Siapa yang sesungguhnya menjadi korban dan berqurban? Kambing?, Sapi?, Unta?. atau orang yang memiliki hewan – hewan itu?. Secara lahiriah sudah barang tentu yang berkorban adalah hewan – hewan yang di sembelih itu.
Sejak kali pertama saya mengunjungi tempat wisata di wilayah kabupaten Bandung pertengahan tahun 2001 lalu, sangat terasa perubahan-perubahan yang terjadi disepanjang jalur ciwedey – patenggang yang memang banyak memiliki tempat wisata dan menawarkan banyak pemandangan yang indah beserta legenda-legendanya yang menarik dan terpelihara ditengah-tengah masyarakat sekitar,
diantaranya adalah:
- Kawah Putih (Sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 mdpl dengan suhu antara 8-22°C).
- Ranca Upas (Bumi perkemahan sekaligus tempat penangkaran hewan rusa/menjangan)
- Pemandian air panas Ranca Walini dan pemandian air panas Cimanggu (dilengkapi fasilitas bungalow, out bound dan perkemahan)
- Situ patengan (Danau seluas 150 Ha sebagai tempat rekreasi, bisa bermain sepeda air, bermain perahu ke tengah danau, dan juga hunting foto).
- Kebun Teh Walini (Sebuah perkebunan yang ditata untuk kepentigan wisata, asik untuk bermain-main/tea walking)
- Kebun strawberry (Petik buahnya sendiri sebagai pengalaman yang mengasyikan, yang juga cocok untuk anak-anak).
“Sakit itu sugesti otak”, begitu kata Ibnu Sina, bapak Ilmu Kedokteran Islam. Dunia barat mengenalnya dengan nama ‘Avicenna’. Beliau mengatakan bahwa bilamana fisik yang sakit namun pikiran mensugestikan kesembuhan, maka fisik itu bisa cepat berangsur pulih. Beda bilamana fisik sakit namun pikiran ikut mensugestikan sakit, yang ada sakit itu malah akan bertambah parah karena pikiran tidak ikut membantu kesembuhannya melalui sugesti. Dari segala teori kesehatan dan kedokteran yang dipaparkan Ibnu Sina yang gw tau kalau sakit itu ya sugesti otak. Mulai dari ‘Kitab al-Shifa’ atau ‘The Book of Healing’ karangan Bapak Ilmu Kedokteran Islam yang ngebahas tentang ini.
Itu yang Gw alami kemarin (04/11/09), sakit di tengah kelelahan, panas, demam, batuk dan pusing. Gw bukan tipe orang yang manja, karena gw juga orang yang nggak pernah suka sama kemanjaan. Buat gw, kemanjaan itu bentuk kelemahan, bukan kekuatan.









